Batubara, indonesiabrantas.com – Minggu,2 Juli 2026.
Batu Bara, 1 Agustus 2026 – Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) Kabupaten Batu Bara mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara agar membangun kawasan terpadu satu atap yang diperuntukkan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, olahraga, serta ruang publik. Usulan tersebut disampaikan dalam musyawarah FKAE yang digelar di Kantor Camat Air Putih, Sabtu (1/8/2026).

Musyawarah tersebut menjadi wadah bagi FKAE untuk menyampaikan gagasan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pelestarian seni, budaya, adat istiadat, serta penyediaan ruang publik yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.

Ketua FKAE Kabupaten Batu Bara, Muhammad Rafik, mengatakan Kabupaten Batu Bara memiliki keberagaman suku, etnis, adat istiadat, seni, dan budaya yang merupakan kekayaan sekaligus aset daerah yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, hingga saat ini berbagai kegiatan kebudayaan, termasuk Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) yang rutin diselenggarakan setiap tahun, masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana karena belum tersedianya pusat kegiatan yang permanen dan terintegrasi.

Oleh karena itu, FKAE mengusulkan pembangunan kawasan terpadu yang dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan konsep menyatukan fasilitas seni, budaya, olahraga, ruang terbuka hijau, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kawasan.
“Kawasan yang kami usulkan diharapkan mencakup rumah-rumah etnis, gedung budaya, fasilitas olahraga, ruang terbuka hijau (RTH), area UMKM, ruang kegiatan masyarakat, serta fasilitas pendukung lainnya sehingga seluruh aktivitas dapat terpusat dalam satu lokasi,” ujar Muhammad Rafik.

FKAE menilai pembangunan kawasan tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menciptakan pusat aktivitas masyarakat yang mampu mengakomodasi pembinaan seni dan budaya, pendidikan, olahraga, ekonomi kreatif, hingga pengembangan sektor pariwisata daerah.
Selain itu, kawasan terpadu tersebut diharapkan dapat menjadi lokasi tetap penyelenggaraan Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD). Keberadaan rumah-rumah etnis juga diyakini akan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus destinasi wisata budaya yang mencerminkan identitas Kabupaten Batu Bara.
Melalui hasil musyawarah ini, FKAE berencana menyampaikan usulan tersebut secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah dan masuk dalam skala prioritas pada masa mendatang.
Muhammad Rafik berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap usulan tersebut karena keberadaan kawasan terpadu diyakini mampu memperkuat persatuan, toleransi, dan kerukunan antar etnis, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM lokal.
FKAE optimistis, apabila kawasan terpadu tersebut dapat diwujudkan, Kabupaten Batu Bara akan memiliki ikon baru berupa pusat seni, budaya, olahraga, dan ruang publik yang menjadi simbol semangat Bhinneka Tunggal Ika serta kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Batu Bara.
( IR4ONE)

Comment