by

Isu Transaksi Narkoba dalam Sel Mencuat, Pengamat: Sarat Kepentingan Kepentingan Tertentu

MEDAN, SUMATERA UTARA — Heboh tuduhan transaksi narkotika yang diarahkan kepada salah satu warga binaan pemasyarakatan dinilai sarat akan kepentingan tertentu oleh berbagai kalangan pengamat. Tuduhan yang digulirkan secara agresif oleh sekelompok masyarakat ini dianggap tidak wajar karena mengabaikan prosedur hukum formal yang semestinya ditempuh dalam kasus narkoba.

Menurut para pengamat, karakteristik kasus narkoba selalu mengedepankan operasi senyap (silent operation) dan pembuktian materiil yang nyata. Ketika sebuah kasus justru didorong melalui jalur provokasi massa dan pembentukan opini negatif tanpa adanya barang bukti satu gram pun, maka dapat dipastikan ada motif non-hukum yang sedang bermain di belakangnya.

“Sangat terlihat ada kepentingan tertentu yang dipaksakan masuk melalui isu ini. Gerakan sekelompok orang ini tampak lebih bernafsu untuk mempermalukan dan menghancurkan mental si narapidana serta keluarganya ketimbang melakukan penegakan hukum yang sesungguhnya. Ini yang harus kita waspadai bersama,” ulas seorang pengamat kebijakan publik.

Kepentingan tersebut diduga bisa bermacam-macam, mulai dari pengalihan isu lain, upaya pemerasan terselubung, hingga persaingan antar kelompok kepentingan di luar yang belum selesai. Memanfaatkan posisi narapidana yang serba terbatas di dalam penjara dijadikan celah empuk bagi kelompok penuduh karena korban tidak memiliki akses bebas untuk langsung membantah di luar.

Namun, strategi penyerangan opini ini dinilai blunder setelah pihak Lapas bertindak cepat melakukan sterilisasi dan menyatakan tuduhan itu tidak terbukti. Dengan gagalnya pembuktian di lapangan, motif asli dari sekelompok penuduh tersebut perlahan mulai terkelupas dan diketahui oleh masyarakat luas sebagai gerakan yang tidak murni.

Masyarakat disarankan untuk menutup telinga dari provokasi-provokasi murahan yang tidak jelas dasar hukumnya. Institusi hukum seperti Lapas dan Kepolisian harus tetap menjadi rujukan utama dalam menentukan seseorang bersalah atau tidak, bukan berdasarkan teriakan sekelompok orang yang sarat dengan kepentingan pribadi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *